Festival Arsip Kuasa Ingatan – IVAA

October 18, 2017 0
qubicle-kuasa-ingatan-1200x450.png

Menulis sejarah apapun, termasuk seni rupa, tddaklah sederhana. Salah satunya karena terdapat banyak alur atau versi. Soal versi ini tidak bisa dilepaskan dari relasi kuasa. Siapa yang menang dan siapa yang dikalahkan. Dalam banyak kasus, sejarah menjadi milik para pemenang. Di titik inilah, sejarah dan kekuasaan ibarat dua mata uang logam yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Karena itu, keberadaannya harus selalu digugat dan dipertanyakan.

Diselenggarakan oleh IVAA (Indonesian Visual Art Archive ) Kali ini Yogyakarta hadirkan Festival Arsip Kuasa dan Ingatan yang berlangsung di PKKH UGM selama tangga 19 Sept – 1 Oktober 2017. Kegitan yang berlangsung adalah Pameran Arsip dan Seni Berbasis Arsip, Pameran Komunitas Arsip Budaya Nusantara, Diskusi dan Aktivitas Publik, Seminar Internasional.

Dan inilah daftar seniman yang terlibat Hafiz Rancajale, Uma Gumma, Yusuf Ismail, Made Bayak, Lab Laba-Laba, Bambang “Toko” Witjaksono, Uji “Hahan” Handoko, PR Seni, Andri William, LARAS (Studies of Music in Society), Club Etsa, Ugo Untoro, Lashita Situmorang. Selain itu inilah komunitas yang turut andil seoerti Taman Baca Kesiman, Institut Dayakologi, Sonobudoyo, Tikar Media Nusantara, Sekolah Pedalangan Wayang Sasak, Studio Audio Visual PUSKAT, Festival Film Dokumenter, Lokananta, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), OK Video, Primanto Nugroho Pengelola Balai Bacaan Srigunng, Slamet Suwanto, Oak, Octopus, Circa, EA Book, IBC, Cantrik Pustaka, Kendi, Metabook, Jalan Baru, Warning, Papyrus, Sinar Hidoep, Gambang, Berdikari, Mata Bangsa, I-BOEKOE, Tjap Petroek, Interlude, Shira Media, Galang Press, dan Bentang Pustaka, Warung Arsip, Indra Menus, Isrol Media Legal, Arsita Cangkang Serigala, Newseum, Ora Weruh, Pawon, Arsivis Solo, Dodit Tokohitam.

I : q.diningrat
F : Qubediningrat
T : qubediningrat_

 

https://qubicle.id/festival-arsip-kuasa-dan-ingatan