Mata dan Kuasa


Fotografi merupakan medium dan materi yang penting dan jamak dalam pengarsipan, terutama dalam hal alat bukti kebenaran suatu peristiwa. Karena sifat fotografi yang mampu merekam suatu kejadian dengan faktual serta dilakukan dengan bantuan teknologi yang dipercaya bersifat netral, seringkali tidak pernah dicurigai atas keberpihakannya. Misalnya mulai darimana angle diambil, subyek apa yang menjadi pokok, hingga apa yang kemudian ada dalam frame dan apa yang tidak diikutsertakan dalam frame.

Sehubungan dengan lembaga dan praktek pengarsipan dimana foto-foto dokumentasi merupakan salah satu sumbernya, persoalan keberpihakan dalam fotografi juga menyangkut apa yang kemudian dikoleksi dan apa yang tidak. Selain itu otorisasi untuk membuat narasi dan kategorisasi dalam mengolah sumber-sumber tersebut juga merupakan hal yang patut dilihat dengan lebih kritis.

Berangkat lewat persoalan di atas tim Edukasi Publik Festival Arsip “Kuasa Ingatan”  ingin mendekati dan membuka dialog lewat rangkaian kegitan yang kami beri judul “Mata dan Kuasa”. Dalam program ini kami ingin mempertanyakan dan melihat tegangan-tegangan dalam demokratisasi pengarsipan melalui media fotografi. Sebagai teknologi yang saat ini bisa digunakan dengan mudah dan dimiliki oleh hampir semua orang melalui perangkat ponsel pintarnya, semua orang kemudian memiliki kemampuan untuk mendokumentasi dan menciptakan arsip foto atas segala peristiwa.

Melalui peristiwa pameran Festival Arsip “Kuasa Ingatan” ini, kami ingin menguji coba perihal kuasa dan otoritas dalam mengarsip, mendorong sejauh mana netralitas pengarsipan sebuah peristiwa dimungkinkan, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan politik pengarsipan.




Gallery